perbedaan bahasa, pemecah atau pemersatu?

Bahasa adalah mahkluk yang aneh. Kadang-kadang saat iseng, timbul pemikiran, bagaimana ya proses terciptanya bahasa? Bagaimana sekelompok orang di suatu daerah tertentu sepakat untuk menamai benda ini dengan A, benda itu dengan B? Bagaimana sekelompok orang tertentu sepakat menamai ini dengan kursi, itu dengan air, dan lain sebagainya? Sementara di daerah lain, ada yang menamai ini dengan chair, ada yang menamai itu dengan water..

Salah satu unsur bahasa adalah kata. Yang unik, meskipun terpisah tempat, terkadang antara daerah satu dengan daerah lain mempunyai kosakata yang sama akan tetapi mempunyai arti atau penggunaan yang berbeda.

Sebagai contoh :

1. Mari.

- Dalam bahasa indonesia berarti mempersilahkan melakukan sesuatu, sinonim : ayo.

- Bagi orang sragen, mari adalah sembuh.

- Bagi orang surabaya, mari adalah selesai.

Jadi, kalau ada orang sragen nanyain temannya orang surabaya yang baru sembuh dari sakit, , kira-kira begini :

Orang sragen : wis mari kowe? (dalam pikiran orang sragen -> sudah sembuh kamu?)

Orang surabaya : apane sing mari? (dalam pikiran orang surabaya -> apanya yang sudah selesai?)

Kalau ada orang surabaya nanyain temannya tentang tugas kuliah misalnya, kira-kira begini :

Orang surabaya : wis mari tugasmu? (dalam pikiran orang surabaya -> sudah selesai tugasmu?)

Orang sragen : memang tugas iso loro? (dalam pikiran orang sragen -> memang tugas bisa sakit?)

Orang surabaya : ???

2. Waras

- Bagi orang sragen, waras adalah tidak gila.

- Bagi orang surabaya, waras adalah sehat.

Jadi, kalau ada orang sragen nanyain orang surabaya tentang tingkat kewarasannya, kira-kira begini :

Orang sragen : kowe waras ora? (dalam pikiran orang sragen -> kamu tidak gila ya?)

Orang surabaya : ora, aku lagi ra waras (dalam pikiran orang surabaya -> tidak, aku sedang tidak sehat)

Orang sragen : ??

Kalau ada orang surabaya nanyain orang sragen tentang kesehatannya, kira-kira begini :

Orang surabaya : yok opo, waras koen? (dalam pikiran orang surabaya -> bagaimana, sehat kamu?)

Orang sragen : memange aku gendheng?? (dalam pikiran orang sragen -> memang aku gila??)

Dan masih banyak contoh lain, :-)

Pada intinya, perbedaan bahasa memang bisa menimbulkan salah komunikasi, salah mengerti, salah paham. Akan tetapi, kalau kita bisa menyiasati perbedaan itu, berarti kita beberapa langkah lebih dekat pada li ta’arafu. Karena bukankah hikmah kita diciptakan berbeda-beda adalah agar kita li ta’arafu (saling mengenal) ? :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s