Berpikirlah seperti anak-anak, tetapi..

Berpikirlah seperti anak-anak, tetapi jangan kekanak-kanakkan

Kalimat yang tertulis dalam sebuah kertas yang ditempel di sebuah ruang training yang pernah kukenal itu mengundang perhatianku. Singkat, namun maknanya dalam. Pada masa kanak-kanak, kreativitas manusia sungguh luar biasa, mereka cenderung berpikir tanpa rasa takut (aku masih ingat masa kecil, bagaimana sebuah jari bisa menjadi seorang kesatria dalam imajinasiku, atau bagaimana bolpoin bisa menjadi seorang pemain sepakbola, atau bagaimana sebuah meja bisa menjadi markas ninja). Selanjutnya tergantung lingkungan, apakah lingkungan akan mendorong atau mematikan kecenderungan dasar tersebut. Jadi kalimat “berpikirlah seperti anak-anak”, adalah dorongan untuk berpikir kreatif.

Lalu apa artinya jangan kekanak-kanakkan?

Selain identik dengan kecenderungan berpikir kreatif, masa kanak-kanak juga identik dengan kecenderungan untuk menang sendiri, belum bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lain-lain dimana ego masih dominan (tapi tidak semuanya lho.. tetap ada anak-anak yang mempunyai cara berpikir dewasa dan bertanggung jawab, atau sebaliknya? :-) .

Jadi arti dari kalimat yang ditempel tersebut kira-kira seperti ini, berpikir kreatiflah, tetapi tetap bertanggung jawab.

To ruang training, thanks for the inspiration, semoga dari didikanmu tetap terlahir orang-orang yang kreatif.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s